Makassar – Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, SH,
SIK, M.Si melaksanakan kegiatan safari subuh di Masjid Nurul Badar, Jalan
Kumala 2, Kelurahan Pa’baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Senin
(04/05/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolrestabes didampingi Kasi Propam
Polrestabes Makassar Kompol Ramli S.Sos, Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol
Wahiduddin, serta Kapolsek Tamalate Muh. Thamrin, SE., M.M.
Kegiatan diawali dengan shalat subuh berjamaah, kemudian
dilanjutkan dengan penyampaian pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Kombes Pol Arya Perdana menyampaikan bahwa
kegiatan safari subuh telah rutin dilaksanakan selama lebih dari satu tahun
sebagai sarana mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
“Safari subuh ini sudah kami jalani selama setahun lebih untuk
melakukan pertemuan dengan masyarakat. Dalam satu hari ada dua kegiatan, yakni
subuh keliling dan malam ngopi kamtibmas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ibadah, khususnya shalat
subuh, meskipun banyak godaan yang datang.
“Kita bangun shalat subuh, godaannya cukup besar. Namun jika
kita memulai setiap aktivitas dengan basmalah, insya Allah apa yang kita
lakukan akan menjadi berkah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kapolrestabes mengajak masyarakat untuk senantiasa
memanjatkan doa dalam setiap aktivitas.
“Utamakan membaca doa dalam setiap memulai kegiatan, khususnya
saat menuju ke masjid, ketika adzan berkumandang, menunggu iqamah hingga
selesai shalat, agar kita mendapatkan ridho dari Allah SWT,” tambahnya.
Terkait situasi kamtibmas di Kota Makassar, ia menilai kondisi
relatif aman dan kondusif, serta mengapresiasi peran masyarakat dalam menjaga
keamanan.
“Berbicara kamtibmas di Makassar, alhamdulillah cukup aman.
Namun jumlah personel kepolisian tidak sebanding dengan jumlah masyarakat,
sehingga kami sangat membutuhkan dukungan masyarakat untuk bersama-sama menjaga
keamanan,” jelasnya.
Kapolrestabes juga menyoroti maraknya kasus pembusuran dan geng
motor yang melibatkan anak di bawah umur, yang menurutnya disebabkan kurangnya
pengawasan orang tua.
“Saya menghimbau kepada para orang tua agar lebih mengawasi
anak-anaknya. Banyak pelaku pembusuran dan geng motor masih di bawah umur,
sehingga peran keluarga sangat penting dalam memberikan pembinaan,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, ia mengajak masyarakat untuk terus
mendukung kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Jika kepercayaan masyarakat kepada polisi menurun, maka pelaku
kejahatan akan semakin berani. Oleh karena itu, kami meminta dukungan
masyarakat agar bersama-sama menciptakan keamanan dan menjadikan polisi lebih
baik,” tutupnya.
