MAKASSAR – Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., menggelar kegiatan Polisi Ketemu Masyarakat di salahsatu Warkop, Jalan Kompleks Perumahan Unhas, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi dan dialog terbuka antara kepolisian, pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta warga untuk membahas berbagai persoalan keamanan di wilayah Kecamatan Tallo.
Turut hadir Camat Tallo Andi Husni, S.STP., M.Si., Danramil Tallo Mayor Arh Agus Rohmat Hidayat, Kapolsek Tallo AKP Asfada, S.E., M.H., para pejabat utama Polrestabes Makassar, lurah, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, FKPM Kecamatan Tallo, warga, serta delapan anak binaan.
Dalam sambutannya, Camat Tallo menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap suasana sejuk dan nyaman di Warkop tersebut dapat menjadi gambaran kondisi masyarakat Tallo yang senantiasa damai dan kondusif.
Ia juga mengakui bahwa wilayah Kecamatan Tallo masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti perang kelompok, penyalahgunaan narkoba, dan konsumsi minuman keras. Namun, pemerintah kecamatan bersama Kapolsek Tallo dan unsur Tripika terus melakukan pendekatan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan.
Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana mengapresiasi antusiasme warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pertemuan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat dan mendengarkan berbagai aspirasi maupun keluhan warga.
“Tujuan kami berkumpul di sini adalah untuk bersilaturahmi dan mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat. Kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan warga, sehingga setiap persoalan yang ada di lingkungan dapat kita cari solusinya bersama,” ujar Kombes Pol Arya Perdana.
Ia juga menyoroti persoalan tawuran kelompok yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kota Makassar, termasuk kawasan Lembo dan Kecamatan Tallo.
Kapolrestabes menjelaskan bahwa Kapolda Sulawesi Selatan memiliki program pembinaan bagi pelaku tawuran yang ditemukan, dengan penempatan di SPN Batua untuk mendapatkan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, upaya menjaga Kamtibmas tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi juga harus disertai langkah pencegahan, pembinaan, dan pemberdayaan generasi muda.
Salah satu langkah yang direncanakan adalah menyediakan peluang kerja melalui usaha pencucian motor bagi anak-anak muda yang belum memiliki pekerjaan.
“Kami ingin anak-anak muda memiliki kegiatan yang positif dan masa depan yang lebih baik. Saya berencana membuat tempat pencucian motor bagi adik-adik yang belum memiliki pekerjaan, sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan dan tidak terlibat dalam tawuran maupun kegiatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” ungkapnya.
Kapolrestabes juga mengajak para ketua RT/RW untuk lebih aktif mengunjungi warga, memberikan imbauan, serta membangun kepedulian terhadap aktivitas anak-anak dan remaja di lingkungan masing-masing.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi atau dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu situasi Kamtibmas.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolrestabes Makassar turut mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap gangguan keamanan maupun kejadian yang membutuhkan penanganan kepolisian.
Warga dapat menghubungi layanan Call Center Polri 110 atau Bantuan Polisi Polrestabes Makassar di nomor WA 082133669110 yang disampaikan dalam kegiatan tersebut untuk berkoordinasi dengan anggota kepolisian di wilayah.
“Kami dari Polrestabes Makassar dan Polsek selalu terbuka menerima laporan masyarakat. Jika ada warga yang merasa laporannya tidak diterima dengan baik, silakan sampaikan langsung kepada saya. Kami ingin masyarakat merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pelayanan kepolisian yang baik,” tegasnya.
Kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat tersebut juga diisi dengan sesi tanya jawab. Warga diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi dan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing. Sebagai bentuk apresiasi, Kapolrestabes Makassar memberikan kaos kepada warga yang menyampaikan pertanyaan.
Melalui kegiatan ini, Polrestabes Makassar berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah, tokoh masyarakat, RT/RW, dan seluruh warga semakin kuat dalam menjaga keamanan.
Pendekatan dialogis dan pemberdayaan masyarakat diharapkan menjadi langkah nyata untuk mencegah tawuran, mengurangi potensi gangguan Kamtibmas, serta menciptakan Kota Makassar yang aman, damai, dan kondusif.
