MAKASSAR – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional
(May Day) yang jatuh pada 1 Mei 2026, Kepolisian Sektor (Polsek) Bontoala
intensif melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat, khususnya kelompok
buruh, guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)
tetap aman dan kondusif.
Kapolsek Bontoala, Kompol Dr. Andi Aris Abu Bakar, S.H.,
M.H., memimpin langsung kegiatan sambang dan dialog bersama elemen masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (22/4/2026) di Warkop Tirai Bambu,
Jalan Mesjid, dengan melibatkan tokoh masyarakat, perwakilan buruh, serta
petugas keamanan dari Rumah Sakit Orbita Makassar. Turut mendampingi dalam
kegiatan itu, Kanit IK Polsek Bontoala, Iptu Jumaruddin.
Dalam dialog tersebut, Kapolsek menekankan pentingnya
menjaga kondusivitas wilayah, terutama menjelang momentum May Day yang identik
dengan penyampaian aspirasi para pekerja.
“Kami merangkul seluruh lapisan masyarakat dan rekan-rekan
buruh untuk menjadikan momentum May Day ini sebagai ajang yang positif. Mari
kita jaga wilayah agar tetap damai,” ujar Kompol Andi Aris Abu Bakar.
Ia juga mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi merupakan
hak setiap warga negara, namun harus dilakukan secara santun dan tetap dalam
koridor hukum yang berlaku.
“Silakan menyampaikan aspirasi, namun tetap harus tertib,
santun, dan tidak melanggar aturan. Kami dari kepolisian siap mengawal agar
kegiatan berjalan aman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,”
tambahnya.
Selain itu, Kapolsek mengimbau masyarakat untuk lebih peka
terhadap situasi di lingkungan masing-masing serta tidak mudah terpengaruh oleh
isu-isu provokatif maupun informasi hoaks yang dapat memicu gangguan kamtibmas.
“Kami berharap masyarakat aktif melaporkan apabila melihat
hal-hal mencurigakan di sekitarnya. Jangan mudah terprovokasi oleh berita yang
belum tentu benar,” tegasnya.
Dalam upaya menciptakan suasana yang kondusif, Polsek
Bontoala juga terus membangun sinergi dengan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan “cooling system” di tengah masyarakat,
sehingga peringatan May Day tahun ini dapat berlangsung dengan aman, tertib,
dan penuh semangat kebersamaan.
