Makassar – Bhabinkamtibmas Polsek Rappocini Kelurahan
Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Aiptu Kamri bersama Babinsa
dan Lurah Banta-bantaeng menindaklanjuti laporan warga terkait tiga remaja yang
mengambil buah mangga di salah satu rumah warga tanpa izin pemilik rumah, Jumat
(29/5/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Faisal Raya II,
Kelurahan Banta-bantaeng. Menindaklanjuti laporan warga, Bhabinkamtibmas
bersama Tripilar langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menemui
pelapor guna mengambil keterangan awal terkait kejadian tersebut.
Saat tiba di lokasi, petugas masih mendapati salah satu
pelaku berada di atas pohon mangga. Bhabinkamtibmas kemudian meminta pelaku
untuk turun dan selanjutnya melakukan interogasi terhadap ketiga remaja
tersebut.
Setelah diketahui identitas para terlapor yang juga
merupakan warga Kelurahan Banta-bantaeng, Bhabinkamtibmas mengundang orang tua
masing-masing pelaku untuk hadir di Balai FKPM guna menyelesaikan permasalahan
tersebut secara kekeluargaan.
Di hadapan orang tua para pelaku, Bhabinkamtibmas
memberikan pembinaan dan pemahaman terkait tindakan yang dilakukan anak-anak
mereka. Dijelaskan bahwa mengambil buah milik orang lain tanpa izin serta
memasuki pekarangan rumah warga tanpa sepengetahuan pemilik merupakan perbuatan
yang melanggar hukum.
“Anak-anak perlu diberikan pemahaman sejak dini agar tidak
mengulangi perbuatan yang dapat merugikan orang lain maupun diri sendiri. Kami
mengedepankan pembinaan agar mereka bisa menyadari kesalahannya,” ujar Aiptu
Kamri.
Usai diberikan pembinaan, para pelaku mengakui kesalahannya
dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Kesepakatan tersebut
kemudian dituangkan dalam surat pernyataan yang disaksikan oleh Tripilar
Kelurahan Banta-bantaeng dan orang tua masing-masing pelaku.
Pelapor maupun orang tua para pelaku juga menyampaikan
apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Lurah
Banta-bantaeng atas respon cepat dan langkah humanis yang dilakukan sehingga
persoalan tersebut dapat diselesaikan secara damai dan kekeluargaan.
“Kami berterima kasih kepada Bhabinkamtibmas dan Tripilar
karena masalah ini bisa diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan persoalan
yang lebih besar,” ungkap salah satu orang tua pelaku.
