Kapolrestabes Makassar Respons Masukan Warga dalam Ngopi Kamtibmas di Tamparang Keke


Makassar — Polrestabes Makassar menggelar kegiatan “Ngopi Kamtibmas” pada Jumat malam (10/04/2026) pukul 20.25 WITA di Kantor Kelurahan Tamparang Keke, Jalan Baji Pamai, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, Sh., SIK., M.Si bersama para pejabat utama (PJU) Polrestabes Makassar, di antaranya Kasat Binmas AKBP M. Darwis, Kabag Log AKBP Haris Welong, Kasat Intelkam Kompol Asdar, Kasi Propam Kompol Ramli, Kasi Humas Kompol Wahiduddin, serta Kapolsek Mamajang Kompol Mustari Alam.

Turut hadir pula unsur TNI dan pemerintah setempat yakni Danramil Mamajang Mayor Arh H. Jamaluddin, perwakilan Camat Mamajang, Lurah Tamparang Keke, jajaran Bhabinkamtibmas, Linmas, serta para ketua RT/RW dan tokoh masyarakat se-Kelurahan Tamparang Keke.

Dalam sambutannya, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya menyampaikan bahwa situasi kamtibmas di wilayah Kota Makassar secara umum masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Ia juga mengapresiasi peran aktif RT/RW yang dipilih langsung oleh masyarakat sehingga dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan.

Kapolrestabes juga menyampaikan meningkatnya tindak kejahatan yang melibatkan anak-anak. Menurutnya, peran orang tua dan keluarga sangat penting dalam mencegah anak terjerumus ke dalam tindakan kriminal.

Selain itu, masyarakat diminta lebih peduli terhadap lingkungan, terutama dalam mengawasi orang asing yang masuk ke wilayah mereka.

“Jadikan kami sahabat, jangan takut melapor kepada polisi jika membutuhkan bantuan. Kejahatan bisa terjadi bukan hanya karena niat dan kesempatan, tetapi juga karena banyak orang baik yang memilih diam,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, warga menyampaikan berbagai masukan dan apresiasi. Salah satunya datang dari Ketua RW yang mengapresiasi kinerja kepolisian khususnya Polsek Mamajang dalam mengungkap kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia di wilayah Tamparang Keke.

Selain itu, warga juga mengungkapkan kekhawatiran terkait modus transaksi narkoba yang diduga dilakukan melalui media pot bunga di area tanaman. Warga berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap praktik tersebut.

Masukan lain juga disampaikan terkait aktivitas remaja yang kerap berkumpul hingga larut malam. Warga meminta agar kegiatan tersebut dapat ditertibkan guna mencegah potensi terjadinya tindak pidana.

Kegiatan “Ngopi Kamtibmas” ditutup dengan sesi foto bersama dan berlangsung dalam suasana aman, tertib, serta penuh keakraban, sebagai wujud kedekatan antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah. 

Lebih baru Lebih lama