MAKASSAR – Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., mengajak masyarakat untuk memperkuat sinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya mencegah aksi tawuran antarkelompok yang melibatkan anak di bawah umur.
Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan Safari Jumat di Masjid Lailatul Qodri, Jalan Pongtiku No. 38, Kelurahan Malimongan Baru, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat utama (PJU) dan personel Polrestabes Makassar, personel Polsek Bontoala, tokoh agama dan jamaah sholat jumat.
Dalam kesempatan itu, Kapolrestabes Makassar menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada jamaah setelah pelaksanaan sholat Jumat. Ia menegaskan bahwa terciptanya situasi keamanan yang kondusif tidak dapat hanya dari kepolisian, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, jumlah personel kepolisian yang terbatas dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Makassar menjadi salah satu alasan pentingnya membangun kesadaran bersama untuk menjaga keamanan.
“Situasi yang kondusif bukan hanya hasil kerja kepolisian, tetapi merupakan hasil kerja sama antara masyarakat dan kepolisian. Dengan bekerja sama, kita bisa menekan berbagai permasalahan negatif yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” ujar Kombes Pol. Arya Perdana.
Kapolrestabes Makassar juga menyampaikan aksi tawuran yang terjadi belakangan ini kebanyakan dari anak-anak dan remaja, khususnya mereka yang berusia 12 hingga 17 tahun. Kondisi tersebut dinilainya memprihatinkan karena dapat berdampak buruk terhadap masa depan generasi muda.
Ia mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak, membangun komunikasi yang baik di lingkungan keluarga, serta menanamkan pemahaman tentang bahaya tawuran dan konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan.
“Saya tidak ingin generasi muda kita terjerat masalah pidana yang nantinya dapat menyulitkan mereka dalam menempuh pendidikan maupun mencari pekerjaan. Apalagi jika tawuran sampai mengakibatkan orang lain terluka atau meninggal dunia, tentu kerugiannya sangat besar bagi kita semua,” tegasnya.
Ia menambahkan, kepolisian terus mengedepankan langkah-langkah persuasif dan pencegahan untuk mengantisipasi tawuran. Namun, tindakan tegas tetap dapat dilakukan sebagai upaya terakhir apabila situasi telah mengancam keselamatan jiwa dan keamanan masyarakat.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing emosi, menghindari provokasi, serta tidak terlibat dalam aksi saling serang yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Mari kita bersama-sama menahan emosi dan tidak mudah terpancing untuk melakukan tawuran. Kita semua menginginkan Kota Makassar yang aman dan nyaman. Jika situasi keamanan terjaga, masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan roda perekonomian pun bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.
Selain menyampaikan pesan pencegahan tawuran, Kombes Pol. Arya Perdana juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan oknum anggota kepolisian yang melakukan pelanggaran.
Ia menegaskan bahwa pelayanan kepolisian harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan Safari Jumat ini, Kapolrestabes Makassar berharap terbangun komunikasi yang semakin erat antara Polri dan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat dan menyampaikan imbauan Kamtibmas secara langsung melalui pendekatan keagamaan dan humanis.
Dengan sinergi antara kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua, dan generasi muda, diharapkan upaya pencegahan tawuran serta berbagai gangguan keamanan di Kota Makassar dapat berjalan lebih efektif demi terwujudnya lsituasi yang aman, damai, dan kondusif.
.jpg)