Makassar – Kapolsek Tallo AKP
Asfada, SE, MH menunjukkan komitmennya dalam menjaga situasi kamtibmas melalui
implementasi program “12 Hari Kerja”, khususnya dalam menangani perkelahian
antar kelompok yang terjadi di wilayah Kecamatan Tallo.
Pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 14.00 WITA, Kapolsek
Tallo menggelar pertemuan di Aula Polsek Tallo dengan melibatkan para lurah,
ketua RW, dan ketua RT dari Kelurahan Lembo serta Kelurahan Bunga Eja Beru.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk membahas penyelesaian konflik secara
musyawarah guna mencegah eskalasi permasalahan dan menjaga kondusivitas
wilayah.
Perkelahian antar kelompok yang melibatkan warga dari dua
kelurahan bertetangga tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antar pemuda. Meski
bermula dari persoalan sepele, situasi tersebut berpotensi berkembang menjadi
konflik yang lebih luas apabila tidak segera ditangani.
Kapolsek Tallo AKP Asfada menegaskan bahwa program 12 Hari
Kerja merupakan langkah strategis untuk mempercepat penanganan persoalan di
tengah masyarakat.
“Kami tidak menunggu masalah membesar. Dengan mengumpulkan tokoh masyarakat,
kami bisa mendengar langsung aspirasi warga dan mencari solusi bersama,”
ujarnya saat membuka pertemuan.
Dalam forum tersebut, Kapolsek secara aktif mendengarkan
masukan dari para ketua RT dan RW yang menyampaikan kronologi kejadian, faktor
pemicu, serta dampak konflik terhadap aktivitas warga. Para tokoh masyarakat
mengapresiasi langkah cepat Polsek Tallo yang dinilai mampu meredam potensi
konflik lanjutan.
Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan
bersama, di antaranya pembentukan tim mediasi tripartit yang melibatkan unsur
kepolisian, pemerintah kelurahan, dan tokoh masyarakat untuk memfasilitasi
dialog antar pihak yang bertikai.
Selain itu, disepakati pula peningkatan patroli preventif
di titik-titik rawan, khususnya pada malam hari, serta penguatan sosialisasi
kamtibmas melalui sambang linmas dan pertemuan rutin RT/RW. Polsek Tallo juga
akan melakukan pemantauan media sosial guna mendeteksi potensi provokasi.
AKP Asfada menegaskan bahwa tujuan utama dari langkah ini
adalah menciptakan situasi zero conflict di wilayah Kecamatan Tallo.
“Dengan sinergi dan kepedulian bersama, kami yakin Tallo
akan tetap aman dan damai,” tegasnya.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan penandatanganan
komitmen damai oleh seluruh peserta. Momentum tersebut diharapkan dapat
mempererat silaturahmi antar warga Kelurahan Lembo dan Bunga Eja Beru serta
mencegah terulangnya konflik serupa di masa mendatang.
Polsek Tallo juga mengimbau masyarakat agar segera
melaporkan potensi konflik sejak dini kepada pihak kepolisian demi menjaga
stabilitas keamanan dan ketertiban lingkungan.
