Makassar — Kebakaran tragis menghanguskan sebuah gubuk di
kawasan Kampung Nipa-Nipa, lorong depan Kampus UPRI, Kelurahan Antang,
Kecamatan Manggala, Kota Makassar, dan menewaskan seorang pria lanjut usia.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 04.00 WITA.
Korban diketahui bernama Cada’ (80), yang sehari-hari
bekerja sebagai pemulung dan tinggal seorang diri di gubuk semi permanen
tersebut.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pada Sabtu (11/4/2026)
sekitar pukul 13.30 WITA, tim dari Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor)
Polda Sulawesi Selatan bersama personel Polsek Manggala melakukan olah tempat
kejadian perkara (TKP). Kegiatan ini dipimpin oleh Kasubbid Fiskom Bidlabfor
Polda Sulsel, AKBP Widji Purnomo, S.T., MH, didampingi Kapolsek Manggala Kompol
Semuel To’longan, SH., MH., M.Si.
Dalam proses olah TKP, petugas melakukan pemeriksaan
menyeluruh di lokasi kejadian, mulai dari mengamankan area, mengumpulkan barang
bukti, hingga mendokumentasikan kondisi pascakebakaran. Selain itu, keterangan
dari sejumlah saksi di sekitar lokasi juga dihimpun guna mendukung proses
penyelidikan.
Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan, menyampaikan
bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari tim forensik
untuk memastikan penyebab kebakaran.
“Kami bersama tim Bidlabfor telah melakukan olah TKP secara
menyeluruh. Untuk penyebab pasti kebakaran, saat ini masih dalam tahap
penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan laboratoris,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa bangunan yang
terbakar merupakan gubuk semi permanen yang terbuat dari material mudah
terbakar serta berada cukup jauh dari permukiman warga. Saat ditemukan, kondisi
bangunan sudah hangus terbakar hingga rata dengan tanah.
Korban ditemukan di dalam area bangunan dalam kondisi
meninggal dunia dan telah menjadi kerangka. Sejumlah barang di sekitar lokasi
juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat kobaran api.
Kasubbid Fiskom Bidlabfor Polda Sulsel, AKBP Widji Purnomo,
menjelaskan bahwa pihaknya telah mengumpulkan sejumlah sampel dari lokasi untuk
dianalisis lebih lanjut.
“Kami telah melakukan pengumpulan barang bukti dan sampel
di lokasi kejadian. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan secara ilmiah di
laboratorium untuk mengetahui sumber dan penyebab pasti kebakaran,” jelasnya.
Sekitar pukul 14.10 WITA, kegiatan olah TKP dinyatakan
selesai dan berlangsung dalam keadaan aman serta terkendali.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus berkoordinasi dengan
tim forensik guna mengungkap penyebab kebakaran secara pasti. Masyarakat pun
diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama
pada bangunan yang menggunakan material mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan
waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya di lingkungan tempat tinggal yang
rentan terhadap api,” tutup Kapolsek.
